Pebulutangkis India Pusarla V Sindhu menegaskan dirinya belum terpikir untuk pensiun dari dunia bulutangkis. Sindhu bahkan masih menargetkan tampil di Olimpiade Los Angeles 2028.
Hal itu disampaikan Sindhu seiring sejumlah pebulutangkis seangkatannya yang mulai gantung raket. Nama-nama seperti Tai Tzu Ying hingga Saina Nehwal telah lebih dulu mengakhiri kariernya.
Begitupun dengan para pebulutangkis putri yang berada di era yang sama dengannya saat meniti karier profesional. Mulai dari Carolina Marin (Spanyol) hingga Ratchanok Intanon (Thailand), yang mengalami penurunan performa karena kendala masing-masing.
“Sudah lama sekali saya berada di dunia olahraga. Saya punya banyak teman dari era yang sama. Carolina sekarang cedera, Tai Tzu Ying pensiun, begitu juga Ratchanok dan pemain lain seperti Wang Yihan. Persaingan sangat bagus dan kami juga berteman dekat,” kata Sindhu saat ditemui di Istora GBK, Rabu (21/1/2026).
“Saya masih merasa punya banyak hal untuk diberikan di olahraga ini. Saya pasti akan bermain beberapa tahun ke depan, selama saya tetap bugar dan bebas cedera. Itu yang paling penting,” tuturnya.
Peraih dua medali Olimpiade 2016 dan 2020 itu bahkan masih memasang ambisi tampil di multievent paling bergengsi sejagat raya, Olimpiade Los Angeles 2028.
“Ya, tentu saja. Setiap turnamen itu penting, setiap hari penting. Saya sudah bukan pemain 20 tahun lagi, jadi harus lebih menjaga tubuh dan lebih pintar memilih turnamen mana yang akan diikuti,” ujarnya.
“Fokus utama saya adalah tetap bebas cedera dan menjaga kondisi tubuh.”
Sebagai awalan yang cukup baik, Sindhu telah menuntaskan dua turnamen awal 2026 dengan capaian semifinal Malaysia Open dan terhenti di babak 32 besar India Open 2026, serta laga yang tengah dijalaninya di Indonesia Masters.
Sindhu melangkah ke babak 16 besar turnamen BWF Super 500 Indonesia Masters 2026 setelah menyingkirkan tunggal putri Jepang Manami Suizu lewat dua gim, 22-20, 21-18, dalam tempo 53 menit.
“Bagi saya, gim pertama sangat penting. Saya sempat tertinggal jauh, sekitar 3-11, 4-11. lalu mengejar hingga 14-18, dan bahkan tertinggal 17-20. Tapi saya fokus poin demi poin,” kata pemain berusia 30 tahun tersebut.
“Di gim kedua, kepercayaan diri saya meningkat. Saya sempat unggul, lalu dia mengejar hingga 17-19. Tapi penting bagi saya untuk mempertahankan keunggulan dan menyelesaikan dengan baik.”
“Lapangan cukup tricky dan ini pertandingan pertama, jadi butuh waktu untuk beradaptasi. Saya berusaha tetap sabar menjaga shuttlecock tetap masuk lapangan. Saya senang bisa menang hari ini,” ujarnya.
Di babak kedua, juara dunia 2019 di Basel itu akan menghadapi wakil Denmark Line Hojmark Kjaersfeldt, Kamis (22/1/2026).
