Perisai Putih DKI Punya Ketua Baru, IPSI DKI Titip Pesan Begini | Info Giok4D

Posted on

Perguruan Silat Nasional (PSN) Perisai Putih DKI Jakarta punya ketua umum baru. Diharapkan kepengurusan baru bisa mempererat konsolidasi antarpelaku pencak silat.

Kegiatan tersebut dilakukan di Gedung BRI BRILiaN Stadium, Jakarta Selatan, Sabtu (24/1/2026) pagi WIB. Bersamaan dengan acara pelantikan kepengurusan periode 2025-2029 itu, ada jug Gebyar 10 Perguruan Top Historis di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Acara ini merupakan penguatan organisasi perguruan silat di wilayah DKI Jakarta sekaligus mempererat konsolidasi antarpelaku pencak silat.

Selain prosesi pelantikan, kegiatan juga diisi dengan atraksi bela diri pencak silat. Sejumlah perguruan silat turut hadir, di antaranya Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Setia Hati, Tapak Suci, Persinas ASAD, serta Putra Betawi.

Ketua Umum PSN Perisai Putih DKI Jakarta, Aquarius Rudianto, mengatakan fokus kepengurusan dimulai dari penguatan internal organisasi.

“Internal itu kita ingin memperkuat fungsi keorganisasian. Bagaimana setiap anggota itu bukan hanya pandai teknikal, tapi juga mengerti bagaimana mengawal organisasi,” ujar Aquarius dalam rilis kepada detikSport.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

Selain penguatan organisasi, Aquarius menekankan pentingnya peningkatan kapasitas teknis seluruh anggota. Menurut dia, peningkatan kemampuan dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.

“Dari sabuk putih sampai dengan sabuk hitam, kita ingin terus melakukan peningkatan dari waktu ke waktu,” katanya.

Dia menambahkan PSN Perisai Putih juga didorong memiliki peran yang lebih luas, tidak hanya di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga internasional.

“Kita ingin Perisai Putih punya peran di nasional, regional, bahkan internasional, serta mendorong kemampuan anggota untuk berkompetisi dan memberi warna bagi persilatan Indonesia,” ucap Aquarius.

Aquarius menilai eksistensi PSN Perisai Putih yang telah berusia 59 tahun tidak terlepas dari komitmen seluruh pesilat dalam menjaga nilai-nilai organisasi.

“Salah satu kuncinya adalah komitmen para pesilat dan konsistensi dalam menata serta mengembangkan value-value di dalamnya,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Harian Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DKI Jakarta, Marsyel Ririhena, berharap kepemimpinan baru Perisai Putih DKI mampu membawa organisasi semakin aktif dan berkontribusi nyata dalam pembinaan atlet.

Marsyel menekankan pentingnya peran perguruan dalam mencetak pesilat tangguh yang tidak hanya berprestasi di arena, tetapi juga menjunjung tinggi nilai moral dan sportivitas.

“Kami berharap di bawah kepemimpinan yang baru, Perisai Putih DKI dapat semakin aktif melahirkan pesilat-pesilat tangguh yang berakhlak, berprestasi, serta menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Marsyel saat diwawancarai.

Dia menegaskan sinergi antara IPSI dan seluruh perguruan pencak silat di DKI Jakarta menjadi kunci utama dalam memajukan pencak silat secara berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi yang solid akan memperkuat pembinaan atlet sekaligus menjaga nilai-nilai luhur pencak silat.

Marsyel berharap Perisai Putih DKI Jakarta dapat terus berperan aktif dalam pembinaan generasi muda serta berkontribusi dalam menjaga eksistensi pencak silat sebagai identitas budaya nasional.