PP PBSI kembali menggelar turnamen bulutangkis Indonesia Masters 2026. Di tahun ini, mereka mengusung misi menghidupkan kembali antusiasme masyarakat terhadap bulutangkis.
Indonesia Masters tahun ini digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK), mulai 20-25 Januari mendatang. Tak ingin sekadar menyelenggarakan, PBSI berharap melalui ajang ini kecintaan publik terhadap bulutangkis kembali menyala.
Tentu ini bukan tanpa dasar. Sebab, antusiasme masyarakat Indonesia terhadap bulutangkis seolah berkurang seiring dengan prestasi-prestasi bulutangkis Tanah Air yang sempat menurun dalam setahun tahun kemarin.
Bahkan, mengawali tahun 2026, Indonesia kembali nirgelar di Malaysia Open. Kontingen Merah Putih terakhir kali menembus podium tertinggi pada 2023 silam. Saat itu, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto jadi juaranya di sektor ganda putra.
Nah, Indonesia Masters yang akan berlangsung pekan depan diharapkan tidak hanya menjadi ajang persaingan atlet-atlet terbaik dunia, tetapi juga momentum untuk menghadirkan kembali kebanggaan dan kegembiraan masyarakat terhadap bulutangkis Indonesia.
“Indonesia Masters bukan sekadar turnamen. la adalah bagian dari identitas bulutangkis Indonesia, tentang sportivitas, semangat juang, dan fair play. Turnamen ini mencerminkan bagaimana kita merawat prestasi sekaligus membangun kebanggaan publik secara berkelanjutan,” ujar Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/1/2026).
“Atmosfer Istora adalah warisan bulutangkis Indonesia. Dukungan publik yang positif dan beretika adalah energi bagi atlet, sekaligus cerminan kedewasaan kita sebagai bangsa pencinta olahraga. Ini yang harus terus kita jaga dan perlihatkan kepada komunitas bulutangkis dunia,” lanjutnya.
Fadil juga menegaskan bahwa Indonesia Masters 2026 sejalan dengan visi PBSI untuk mewujudkan bulutangkissebagai sumber kebanggaan dan kegembiraan bangsa. Turnamen ini diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk mencintai bulutangkis dan menjadikannya bagian dari gaya hidup sehat dan berprestasi.
“Bagi PBSI, event ini adalah bagian dari proses panjang membangun ekosistem bulutangkis yang kuat, mulai dari atlet elite, pembinaan usia muda, hingga keterlibatan publik. Prestasi dan kebanggaan harus tumbuh bersama,” kata Fadil.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua PanitiaPelaksana Indonesia Masters 2026 Achmad Budiharto menegaskan bahwa turnamen ini dirancang sebagai momentum untuk kembali menghidupkan antusiasme masyarakat terhadap bulutangkis.
“Istora GBK adalah rumah besar bulutangkis Indonesia. Di tempat inilah sejarah, semangat, dan prestasi bertemu. Indonesia Masters 2026 kami hadirkan sebagai perayaan bulutangkis yang dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
la menjelaskan bahwa selain pertandingan, penyelenggara juga menyiapkan berbagai hiburan dan aktivitas menarik di area luar venue yang dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat.
“Kami mengusung konsep pesta rakyat yang inklusif. Masyarakat dapat datang, merasakan atmosfer Istora, dan menikmati hiburan bersama keluarga. Harapannya, bulutangkis benar-benar menjadi milik semua,” jelasnya.
Dari sisi kesiapan, panitia juga memastikan seluruh aspek penyelenggaraan telah dipersiapkan secara matang,mulai dari arena pertandingan, fasilitas atlet dan ofisial, hingga kenyamanan dan keamanan penonton. Istora GBK disiapkan dengan standar internasional untuk memastikan pertandingan berlangsung optimal.
“Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus lakukan penyelenggaraan Indonesia Masters 2026 berjalan profesional dan memberikan pengalaman terbaik bagi atlet maupun penonton,” pungkas Achmad.
