NPC Indonesia Targetkan 82 Emas di ASEAN Para Games 2026

Posted on

NPC Indonesia menargetkan 82 medali emas di ASEAN Para Games 2026 Thailand. Jumlah itu diharapkan mampu membawa Merah Putih menembus peringkat tiga besar klasemen akhir.

Selain SEA Games, negara-negara Asia Tenggara juga memiliki ajang khusus atlet difabel yakni ASEAN Para Games. Edisi kali ini digelar di Nakhon Ratchasima, Thailand, pada 20-26 Januari 2026.

Indonesia menyiapkan 290 atlet terbaik dari 18 cabang olahraga. Menpora Erick Thohir, yang resmi mengukuhkan dan melepas kontingen, berharap atlet Indonesia tetap menjaga martabat bangsa di kancah internasional.

Peringkat itu meliputi target raihan medali 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu. Dalam amanatnya, Menpora menegaskan bahwa para atlet adalah pejuang bangsa dan duta Indonesia yang mencerminkan kekuatan serta martabat negara. Prestasi bukan sekadar mimpi, tetapi hasil dari fokus, disiplin, dan kerja keras yang dilakukan setiap hari.

“Tentu apresiasi yang setinggi-tingginya kepada NPC, chef de mission, beserta tim, dan para manajer atlet yang mempersiapkan dengan segala limitasi yang ada, tetapi targetnya masih 82 emas. Ini luar biasa,” kata Erick dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).

Terlebih lagi, data menunjukkan Kontingen Indonesia mengakhiri keikutsertaannya di ASEAN Para Games dengan rata-rata menempati peringkat satu atau dua. Bahkan dalam tiga kali penyelenggaraan pesta olahraga penyandang disabilitas terbesar se-Asia Tenggara ini Indonesia selalu menjadi juara umum.

“Tinggal bagaimana kalau kita mau ranking dua ataupun ranking tiga, selain tuan rumah, kita harus memperhitungkan juga negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia yang memang punya persiapan atlet yang baik juga,” urai Menpora yang akan datang langsung ke Thailand untuk memberikan dukungan.

Kemenpora, sebut Menpora Erick, juga melakukan introspeksi dan transformasi, baik untuk NPC maupun Komite Olimpiade Indonesia (KOI), mengenai program-program jangka pendek, menengah, dan panjang. Khususnya dalam persiapan mengikuti berbagai ajang multievent dunia, dan setelahnya.

Program-program tersebut di antaranya bagaimana para atlet memiliki jenjang karier setelah kelak tak lagi berjuang di arena, sehingga akan dibuat roadmap jenjang karier dalam program pembinaan tenaga olahraga untuk disabilitas.

“Artinya kita sebagai pembina ini benar-benar memperhatikan para atlet seutuhnya, bukan saat mereka berjaya saja. Bapak Presiden juga meminta saya mempelajari bagaimana nanti dana pensiun atlet yang kita sedang godok. Nah ini yang saya ingin lakukan bersama-sama tim saya, Pak Wamenpora, benar-benar mentransformasi supaya ini tidak hanya sebatas persiapan, tetapi juga pasca dari pertandingan itu sendiri,” imbuh Menpora.

Bonus ASEAN Para Games 2026

Perihal bonus untuk atlet ASEAN Para Games, Menpora Erick menyampaikan sudah mengajukan dan masih menunggu keputusan Presiden. Diharapkan nilainya sama dengan bonus untuk atlet SEA Games, sebagaimana formula sebelum-sebelumnya.

“Tetapi bonus saja tidak cukup. Kemarin kami membuat program yang namanya literasi finansial, supaya bonus-bonus yang didapatkan itu benar-benar bermanfaat untuk masa depan. Bukan cuma bonus yang dipakai untuk keseharian, tetapi untuk masa depan. Program-program seperti inilah yang akan disinergikan salah satunya dengan NPC, dengan tokoh-tokoh yang peduli olahraga.”

“Saya berharap tentu dengan segala kerendahan hati, kita konsolidasi untuk prestasi Indonesia, hari ini dan yang masa datang,” tegas Erick.

ASEAN Para Games 2026 akan menjadi ajang pembuktian lanjutan dominasi Indonesia di Asia Tenggara, sekaligus pemanasan menuju ajang multievent internasional level Asia dan dunia bagi para atlet disabilitas nasional.

Indonesia akan datang sebagai juara umum bertahan setelah berjaya pada tiga edisi terakhir, termasuk tiga tahun lalu saat menjadi tuan rumah. Tekanan sebagai ‘tim yang ingin dikalahkan’ oleh tuan rumah Thailand menjadi tantangan tersendiri.