Pereli Indonesia, Julian Johan, melahap Spesial Stage (SS) pertama Rally Dakar 2026 dengan hasil melebihi ekspektasi. Begini kuncinya.
Special Stage (SS) pertama Rally Dakar 2026 berlangsung di Yanbu, Arab Saudi, Minggu (4/1/2026). Julian Johan, yang ditemani Co-Driver Mathieu Monplaisi (Prancis), meraih hasil mengesankan dengan menempati posisi keenam di Kelas H.2, dan peringkat ke-11 secara overall di Grup Dakar Classic.
Julian Johan, yang akrab disapa Jeje, melahap 219 kilometer di etape ini. Berbeda dengan Special Stage Prologue, Sabtu (3/1) yang jaraknya hanya 24 kilometer, SS kali ini cukup menantang.
“Stage satu ini luar biasa! Dari alamnya, dari tantangan treknya, dan dari jaraknya. Boleh dibilang stage satu ini atau hari keduanya rally Dakar, ini baru yang menjadi menu utamanya Dakar. Di SS pertama ini saya telah berhasil melewati rute mencapai 219 kilometer. Jadi hari ini benar-benar baru terasa sekali tantangan beratnya sebuah Dakar,” kata Jeje dalam keterangannya.
Setelah berjibaku dengan kemampuan ekstra pada SS pertama Rally Dakar 2026, pencapaian di SS selanjutnya justru memenuhi target, yakni bisa finish dengan kondisi mobil yang baik. Meski begitu, Jeje tak mau terbuai.
“Buat pertama kali ada di sini sebenarnya, secara persaingannya, kalau melihat dari SS satu sangat memungkinkan, tapi balik lagi, saya enggak mau gegabah. Saya akan mencoba untuk fokus ke diri sendiri saja, bagaimana setiap harinya kita bisa finish dengan aman dan lancar,” ungkapnya.
Setelah menggeber Toyota Land Cruiser 100 sejauh 219 kilometer, Jeje tak mengalami kendala teknis berarti. Tunggangannya cuma sempat mengalami robek ban akibat menghantam batu, yang dinilai hanya kurang adaptasi sedikit.
“Karena memang saya yang kurang bisa mahir atau terbiasa membawa setir kiri, itu jadinya terlalu ke kanan dan menghantam batu tersebut. Tapi syukur Alhamdulillah enggak butuh waktu lama, jadi kita start ss masih aman,” jelasnya.
Untuk SS kedua, yang akan menempuh jarak hingga 316 kilometer dari Kota Yanbu menuju Kota Alula, Jeje mengaku sudah punya kuncinya. Ia mengaku harus bisa menjaga kondisi mobilnya lebih siap menjajal medan menantang.
“Jadi dari ritmenya untuk membawa mobilnya tidak benar-benar di push, bahkan jauh lebih santai ketimbang saat saya sedang rally raid misalnya di IRRA atau AXCR sekalipun. Di sini masih harus menjaga mobil lebih jauh lagi, lebih maksimal lagi karena jaraknya lebih panjang dan medannya lebih berat dan durasinya lebih lama,” beber pemilik akun Youtube Jejelogy itu.
Meskipun kerjasama dengan Co-Driver, Mathieu Monplaisi, berhasil menciptakan hasil yang impresif, Jeje tidak mau cepat puas. Menurutnya, perjuangan masih panjang, sebab masih ada 12 hari lagi menuju etape terakhir Rally Dakar 2026, yang digelar 17 Januari mendatang.
“Tapi kembali lagi, buat saya enggak ada keharusan untuk bisa ngepush lebih jauh lagi, karena yang utama adalah bisa mencapai finish, bisa menyelesaikan semua SS sampai nanti tanggal 17 Januari, jadi kembali lagi hasil yang baik itu menjadi nomor dua, yang penting hasilnya finish dulu nomor satunya,” katanya.






