Indonesia dipastikan batal menggelar Kejuaraan Dunia Junior 2026. PP PBSI minta maaf kepada BWF.
Kejuaraan Dunia Junior 2026 semula direncanakan berlangsung di Solo, Jawa Tengah. Namun, akibat kondisi yang tidak dapat dihindari, Indonesia tidak dapat melanjutkan persiapan sebagai tuan rumah kejuaraan tersebut.
Akibatnya, PBSI mengembalikan hal penyelenggaraan itu kepada BWF sekaligus menyatakan permohonan maafnya.
Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri PBSI Bambang Roedyanto menyampaikan bahwa keputusan ini merupakan langkah yang sulit namun harus diambil secara bertanggung jawab.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
“Keputusan untuk mengembalikan hak tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026 diambil setelah melalui pertimbangan yang sangat matang dan diskusi internal yang komprehensif,”ujar Rudy dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/1/2026).
“Ini bukan keputusan yang mudah, namun diambil dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi seluruh pihak serta keberlangsungan penyelenggaraan kejuaraan secara optimal,” lanjutnya.
PBSI menyatakan keputusan ini bukan lah hal yang mudah, terlebih komitmen dan kecintaan Indonesia terhadap bulutangkis sangat kuat.
Selain itu, induk olahraga bulutangkis nasional itu juga sadar akan pentingnya Kejuaraan Dunia Junior BWF sebagai ajang bergengsi dalam pembinaan dan pengembangan atlet-atlet muda dari berbagai negara, serta mengakui peran strategis BWF dalam mendorong pertumbuhan dan kemajuan bulutangkis di tingkat global.
“PBSI tetap berkomitmen penuh untuk mendukung seluruh program dan kejuaraan internasional yang diselenggarakan oleh BWF. Hubungan dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini menjadi fondasi penting bagi kami untuk terus berkontribusi dalam pengembangan bulutangkis dunia di masa mendatang,” ujarnya.
PBSI pun menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat keputusan ini.
PBSI juga sangat menghargai hubungan baik serta kerja sama yang telah terjalin erat dengan BWF, dan berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut dan semakin diperkuat di tahun-tahun mendatang.






