Herry Iman Pierngadi menyebut Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri bisa menjadi adangan terbesar pemain Malaysia di ajang BWF World Tour Finals 2025. Ia pun meminta atletnya agar berjuang lebih keras.
Malaysia meloloskan dua wakilnya ke ajang turnamen penutup tahun ini. Mereka ialah Aaron Chia/Soh Wooi Yik and Man Wei Chong/Tee Kai Wun.
Aaron-Wooi Yik tercatat belum pernah mencapai final turnamen yang memperebutkan hadiah total 3 juta dolar AS tersebut. Sedangkan bagi Wei Chong-Kai Wun, ajang ini bakal menjadi debut mereka.
Mengingat daftar delapan pasangan ganda putra yang ada saat ini, Herry IP mengingat para pemainnya untuk berjuang lebih keras.
Salah satu tantangannya datang dari pasangan Fajar/Fikri, yang juga eks atletnya. Racikan baru PBSI ini telah menunjukkan konsistensinya dalam beberapa bulan terakhir.
Sejak dipasangkan pertama kali pada Juli lalu, Fajar/Fikri telah menjuarai turnamen Super 1000 China Open, dan empat kali menjadi runner up Korea Open (500), Denmark Open (750), French Open (750), dan Australia Open (500).
Meski begitu, Herry meyakini Aaron dan kawan-kawan mampu melewati rintangan tersebut.
“Fajar-Shohibul terlihat kuat, tapi saya yakin WTF akan memiliki delapan pasangan terkuat di World Tour tahun ini,” kata Herry seperti dikutip dalam laman New Straits Times.
“Pasangan-pasangan tersebut punya kemampuan untuk saling mengalahkan, dan pasangan kita harus berjuang keras. Yang memiliki persiapan yang matang dan mampu menangani tekanan, mereka lah yang menjadi juara,” tuturnya.
Tak hanya Fajar/Fikri, Herry juga menyoroti ganda putra nomor 1 dunia Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dan pasangan India peringkat 3 dunia Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Mereka adalah kombinasi ganda berbahaya lainnya di Hangzhou.
“Kedua pasangan memiliki catatan yang sangat baik tahun ini dan pertarungan kali ini akan sangat ketat,” katanya.
Di luar nama-nama di atas, daftar delapan pasangan ganda putra lainnya mencakup Liang Wei Keng/Wang Chang dari China, Sabar Karyaman/Moh Reza Isfahani, dan Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi Lin dari Taiwan.
