Julian Johan menjalani debut manis di Rally Dakar 2026. Ia langsung mengharumkan Indonesia usai finis kelima di kategori Dakar Classic.
Jeje, sapaan akrabnya, mengarungi 14 hari pertarungan reli di gurun batu dan gurun pasir Arab. Ia bisa finis kelima di kategori Dakar Classic dengan raihan 1.357 poin.
Keberhasilan Jeje di ajang reli paling ganas di dunia ini tidak sekadar mencapai target. Ia juga mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia, khususnya di ajang motorsport.
“Memang tujuan awalnya adalah bisa mencapai garis finish pada ajang Dakar 2026. Karena mengingat medan yang ekstrem, karena bukan hanya dari lintasan, tetapi juga dari jarak dan durasi balapnya, finis menjadi hal yang paling realistis bagi saya,” ungkap Julian Johan, yang ditemani navigator asal Prancis, Mathieu Monplaisi, usai podium seremoni di Yanbu, Arab Saudi.
Berbekal pengetahuan yang telah dipelajari sepanjang kompetisi, Julian Johan bisa memaksimalkan performanya dan meraih hasil optimal di pekan kedua kejuaraan.
“Sehingga saat masuk pada minggu kedua, saya mulai mencoba untuk bermain lebih baik lagi, dengan minim melakukan kesalahan dengan tujuan tetap finish. Tapi di satu sisi kenapa tidak untuk kita mencoba bisa memperbaiki peringkat di setiap harinya,” ungkapnya, dalam keterangan tertulisnya.
Finis di peringkat kelima di kategori Dakar Classic 2026 bukan satu-satunya capaian Jeje. Sejak Special Stage Prologue, kemudian Special Stage 1 hingga Special Stage 13, pereli yang juga pemilik chanel Youtube Jejelogy itu berhasil menyelesaikan setiap tantangan.
Tentunya ini bukan perkara mudah, sebab total lintasan yang harus dilahap selama gelaran Dakar 2026 adalah sejauh 8.000 kilometer lebih.
“Buat saya, bisa merampungkan setiap stage Dakar memang menjadi prestasi utama, bukan cuma tujuan utama tetapi itu merupakan sebuah achievement atau pencapaian yang luar biasa. Jarak Dakar 8.000 kilometer kita tempuh dalam 2 minggu, dan di setiap harinya boleh dibilang satu hari penuh kita berada di balik kemudi, itu bukan hal yang mudah,” bebernya.
Performa Jeje sepanjang Dakar 2026 tidak hanya ditopang oleh kemampuan mengemudi serta navigasi dari navigator. SUV Toyota Land Cruiser 100 yang dikemudikannya juga memiliki peran penting.
Mobil yang dimaintenance tim balap asal Prancis, Compagnie Saharienne, itu terbukti andal di lintasan ekstrem dan tidak mengalami kendala yang berarti selama dua pekan digeber di atas gurun pasir dan gurun batu.
“Untuk LC100 Alhamdulillah tidak bermasalah dari awal sampai akhir. Kami bisa setiap harinya mencapai finish dengan kondisi yang utuh dan tetap sehat. Jadi kalau yang sifatnya kerusakan lebih kepada kaitannya baret pada bodi, pada bagian bumper. Sementara utk bagian lainnya dari awal sampai akhir semuanya aman,” jelasnya.
Tak lupa, pencapaian tertinggi tersebut tidak lepas dari tangan dingin para kru yang tergabung di dalam Compagnie Saharienne. Menurut Jeje, tim ini turut memberikan kontribusi yang positif atas debutnya di ajang Dakar 2026.
“Dan untuk Compagnie Saharienne juga sudah memberikan support yang baik dengan menyiapkan mobil yang kuat dan tahan banting serta Alhamdulillah tidak ada kendala berarti setiap harinya jadi itu patut diapresiasi,” kata Julian Johan.






