Sudah saatnya Gen Z berprestasi. Alwi Farhan salah satunya, mau raih kemenangan di final Indonesia Masters 2026!
Alwi Farhan, pebulutangkis putra Indonesia, sukses membuktikan bahwa mereka bisa diandalkan. Tidak hanya dibidangnya sektor tunggal putra, tapi dia mengemban beban dengan membawa nama Indonesia di pundaknya.
Atlet berusia 20 tahun itu baru saja membanggakan Indonesia menjadi wakil pertama Merah Putih yang menembus final Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Dia mengalahkan Chi Yu Jen (Taiwan) dalam babak semifinal yang bergulir di Istora GBK, pada Sabtu (24/1/2026). Alwi menang dalam pertarungan dua gim 21-11, 21-12.
Keberhasilan Alwi menjadi titik cerah bagi regenerasi Indonesia khususnya sektor tunggal.
“Bisa dibilang iya dong kalau hasilnya seperti ini. Kalau slogan saya itu ‘Gen Z siap unjuk gigi‘,” kata Alwi.
“Jadi saya pribadi, karena saya tidak tahu, mungkin saya pribadi dan teman-teman yang ada di Pelatnas, yang seumuran saya ya pastinya ingin berada di level atas cepatnya,” ujarnya.
Alwi menyadari, status ini tak serta merta diperoleh karena butuh proses panjang. Dia memulainya dengan menjadi juara Asia remaja 2019 kelas U-15, kemudian menjadi juara dunia tunggal putra 2023.
Sementara di level utama, Alwi sukses mengantongi medali emas di multievent SEA Games 2023 Kamboja nomor beregu putra, dan 2025 di Thailand nomor yang sama, dan tunggal putra.
Di turnamen BWF junior internasional, Alwi juga mencetak catatan emas dengan meraih gelardi Korea, Jaya Raya Junior, Bangladesh, dan Alpes U-19. Sedangkan di level senior, tur dunia BWF, ia menjadi juara di Indonesia Masters II 2024 dan Macau Open 2025.
“Memang tidak bisa dipungkiri, butuh pengalaman, butuh jam terbang, butuh merasakan atmosfer yang berbeda-beda, bertemu pemain dari segala ranking, tidak bisa menyepelekan, bertemu dengan kondisi lapangan. Itu semua berjalan dengan adanya waktu,” Alwi mengungkapkan.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Saya juga berada di sini juga karena tahun lalu saya merasakan amat banyak sekali turnamen yang saya rasakan, banyak sekali experience yang saya dapat,” tambah pemain kelahiran Surakarta, 12 Mei 2005 ini.
“Saya menggunakan pengalaman itu sebaik mungkin, sehingga saya bisa kontrol atas diri saya untuk bermain di Istora ini,” lanjutnya.
Alwi Farhan juga menilai momen ini sangat spesial, karena diberi jalan sampai bisa menembus final Indonesia Masters 2025. Meskipun sebenarnya kesempatan juga ada waktu main di Malaysia dan Australia.
“Ya pastinya spesial, karena jujurnya sebenarnya saya pengen masuk top 15 cepatnya. Ada kesempatan ketika kemarin bermain di Malaysia, kesempatan juga waktu bermain di Australia, tapi tidak jadi,” ujar Alwi.
“Ya Tuhan beri jawaban di waktu yang tepat saya rasa, dan semoga saya besok bisa mempersembahkan medali mas buat Indonesia. Amin,” ucapnya.






