2026 Jadi Tahun Sibuk Olahraga di Asia, Ini Sederet Agenda Multievent

Posted on

Tahun 2026 bakal menjadi tahun olahraga yang sibuk bagi para atlet, terutama di wilayah Asia. Sebab, berbagai agenda multievent olahraga akan digelar di musim ini.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Olympic Council of Asia (OCA) Husain Al Musallam, sekaligus menyampaikan harapan terbaiknya menyongsong tahun baru.

“Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun yang penuh peristiwa bagi gerakan Olimpiade di Asia, dengan OCA menyelenggarakan sejumlah ajang multi-olahraga penting,”kata Husain seperti dikutip detikSport, dalam laman OCA, Jumat (2/1/2026).

Sejumlah agenda multiajang olahraga yang dimaksud antara lain Asian Beach Games yang akan diselenggarakan di Sanya, China, pada 22-30 April.

Kemudian, Asian Games ke-20 di Aichi-Nagoya, Jepang, mulai 19 September hingga 4 Oktober, dan Asian Indoor and Martial Arts Games keenam yang akan diselenggarakan pada bulan Desember di Riyadh, Arab Saudi.

Husain mengatakan, Asian Games tahun ini akan menjadi kali ketiga digelar di Jepang. Dua edisi sebelumnya bergulir di Tokyo tahun 1958, dan Hiroshima pada 1994.

“Ini akan menjadi kali ketiga acara andalan kami diselenggarakan di Jepang, dan kami yakin tuan rumah kami akan kembali menyelenggarakan acara yang tak terlupakan,” tuturnya.

“Kami menantikan kedatangan atlet-atlet dari 45 Komite Olimpiade Nasional (NOC) di seluruh Asia pada acara-acara kami,” Husain melanjutkan.

Tak hanya di level Asia, OCA juga mengumumkan akan ada dua ajang multi-olahraga lain yang diselenggarakan pada tahun ini, namun di bawah naungan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Yaitu Olimpiade Musim Dingin ke-25 di Milano dan Cortina, Italia, pada 6-22 Februari, dan Youth Olympic Games yang bakal digeber sepanjang 31 Oktober hingga 13 November, di Dakar, Senegal.

Selain acara olahraga, kalender 2026 juga akan dipenuhi dengan program yang ditawarkan oleh OCA kepada National Olympic Committee (NOC) negara, bekerja sama dengan Departemen Solidaritas IOC.

Dua acara tersebut adalah Asian Youth Camps untuk cabang gulat dan e-sport yang akan diselenggarakan di Guangzhou dan Shenzhen, China, masing-masing pada bulan Juli.

Selain itu, OCA juga akan memperkuat kampanye ‘Asian Games for All’ sebagai bagian dari persiapan menuju ajang Aichi-Nagoya, dengan mengadakan lomba lari santai, proyek jurnalis muda, dan kompetisi seni anak-anak di sejumlah negara.

Seperti yang dapat Anda lihat, tahun 2026 akan menjadi tahun yang sibuk dan menarik bagi gerakan Olimpiade di seluruh Asia. Saya berharap Anda semua sehat dan sukses saat kita mengikuti motto OCA ‘Selalu Maju’ di tahun baru,” kata Husain.